You are browsing the archive for Empat Nasehat Liao Fan.

Avatar of admin

by admin

Kisah Li Chi : Menjernihkan Kasus Tanpa Pamrih

March 12, 2012 in Nasehat

Budaya-Tionghoa.Net | Ada seorang yang bernama Li Chi dari propinsi Jian Shu, ayahnya adalah seorang pegawai di pengadilan propinsi. Suatu ketika, ayah Li  mengetahui   bahwa   ada   seorang   tawanan   dihukum   mati,   dia   berusaha  memohon   keringanan   hukuman   untuk   tawanan   ini.

Ketika   tawanan   ini  mengetahui usaha ayah Li untuknya, dia berkata kepada istrinya : “Saya begitu  berhutang   budi   kepada   orang   ini,   tetapi   saya   tidak   ada   cara   untuk  membalasnya,     maukah     anda     mengundangnya     ke     rumah     dan  menikahinya?   Mungkin  ini  akan  menyenangkannya  dan  kesempatan  saya  untuk   hidup   lebih   besar   lagi”. Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Kisah Tuan Ping Bao : Kebajikan Orang Tua Dan Keberhasilan Anak

March 5, 2012 in Nasehat

Budaya-Tionghoa.Net | Tuan Ping Bao  tinggal di Chianshing. Ping adalah  anak  bungsu  dari  tujuh  bersaudara  dari  seorang  pejabat  di  Chichou,  Propinsi  Anhui.  Dia  menikah  dengan  seorang  putri  dari  keluarga  Yuan  di  Propinsi Pinghu dan adalah teman baik kakek anda. Ping Bao sangat pintar dan  berpengetahuan luas, akan tetapi tidak pernah lulus ujian negera. Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Kisah Kung Shi Tu : Menjernihkan Perkara Orang Yang Tidak Bersalah

February 29, 2012 in Nasehat

Budaya-Tionghoa.Net | Seorang  yang  bernama  Kung  Shi  Tu  yang tinggal di Chia Shing, propinsi Chehkiang. Tuan Tu bekerja di pengadilan dan  selalu bermalam di penjara berbicara dengan para tawanan. Bila dia menemui  ada   yang   tidak   bersalah,   dia   akan   menulis   surat   keterangan   untuk  menjernihkan perkara terdakwa tersebut dan diserahkan kepada hakim untuk  ditindak lanjuti. Hakim akan menyelidiki dan membebaskan dakwaannya. Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Kisah Feng Chu Hsu : Melakukan Kebaikan Dan Mengumpulkan Kebajikan

February 28, 2012 in Nasehat

Budaya-Tionghoa.Net |Ada  seorang  yang  bernama  Feng  Chu  Hsu  yang  tinggal  di  Chanso,  Propinsi Chiangsu,  ayahnya  sangat  kaya.  Bila  ada  bencana  kelaparan,  ayahnya  selalu  menyumbang  padi  dan  seluruh  uang  hasil  sewa  sawah  kepada  yang  miskin.

Suatu  malam,  dia  mendengar  hantu  bernyanyi  di  luar  rumahnya  :  “Bukan  bercanda! Bukan bercanda! Seorang dari keluarga Hsu akan lulus ujian negara!” Hal ini terjadi beberapa hari dan benar saja, tahun itu anaknya Feng Chu lulus  ujian.   Sejak   itu,   dia   lebih   rajin   dan   tekun   melakukan   kebaikan   dan  mengumpulkan  kebajikan.  Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Kisah Tan Jo Ying : Mempraktekkan Kebaikan Dan Mengumpulkan Kebajikan

February 27, 2012 in Nasehat

Budaya-Tionghoa.Net | Ta  Jo  Ying,  seorang  sekretaris  pemerintah  yang tinggal di Taichou. Ketika dia masih muda, dia selalu tinggal di sebuah gunung  yang jauh. Malam hari, dia selalu mampu mendengar dan mengerti suara-suara  hantu dan makhluk halus tetapi dia tidak pernah merasa takut. Suatu hari dia  mendengar  satu  hantu  berkata  dengan  gembiranya  kepada  hantu  yang  lain  :
“Ha,  ha,  ha,…,  ada  seorang  wanita  kampung  yang  suaminya  telah  lama  meninggalkan rumah dan tidak kembali. Mertuanya berpikir anak mereka telah  meninggal  dan  memaksanya  untuk  menikah  lagi.  Besok  malam,  dia  akan  membunuh diri dan akan menggantikan saya, lalu saya dapat reinkarnasi/lahir  kembali, ha, ha, ha,…” Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Kisah Keluarga Lin : Berdana

February 23, 2012 in Nasehat

Budaya-Tionghoa.Net |Cerita nyata lain adalah keluarga Lin di Fukien. Diantara leluhurnya ada seorang ibu tua yang sangat suka berdana. Setiap hari dia membuat onde beras untuk  diberikan kepada fakir miskin dan selalu memberi berapapun yang diminta. Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Kisah Zicheng : Pejabat Yang Adil & Jujur

February 17, 2012 in Nasehat

Budaya-Tionghoa.Net | Zi  Cheng  dari  propinsi  Nimpo,  Chehkian.  Zi  Cheng  adalah seorang  pejabat  di  pengadilan.  Dia  adalah  seorang  yang  adil,  ramah,  rendah  hati  dan  jujur.  Suatu  saat,  hakim  pengadilan  menghukum  seorang  kriminal  dengan memukulinya sampai darah membasahi lantai, kemarahan hakim masih  belum reda dan meneruskan hukuman tersebut. Zi Cheng berlutut dan mohon  agar berhenti memukuli tawanan tersebut. Hakim berkata . . . . . . Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Leluhur Mengumpulkan Kebajikan, Keturunan Mendapat Reputasi

February 10, 2012 in Nasehat

“Karena kebesaran sifat bakti Shwun dan leluhurnya, maka keturunan mereka  akan terkenal dan dihormati dan bertahan sampai banyak generasi”.

Perkataan   Konghucu   ini   terbukti   oleh   sejarah.   Sekarang   saya   akan menunjukkan  beberapa  kejadian  nyata  bahwa  kebajikan  dapat  diperoleh  melalui perbuatan baik. Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Mengakumulasi Nasib Baik , Dari Generasi Ke Generasi

February 8, 2012 in Nasehat

“Keluarga  yang  melakukan  banyak  kebaikan  akan  mengakumulasi  nasib  baik dan bertahan terus dari generasi ke generasi”

Mari saya memberi contoh. Suatu ketika ada satu keluarga yang bernama Yen, sebelum mereka menyetujui lamaran atas putrinya dari seorang laki-laki yang  akhirnya menjadi ayah Konghucu, mereka menyelidiki perbuatan masa lalu dari  keluarga  laki-laki  tersebut.  Setelah  menemukan  bahwa  keluarganya  selalu  berbuat baik dan mengumpulkan kebajikan. Read the rest of this entry →

Avatar of admin

by admin

Cara Leluhur Mengkoreksi Dan Menyesali Kesalahan

January 24, 2012 in Nasehat

Budaya-Tionghoa.Net | Pada zaman Chun Chiu, ada seorang pegawai pemerintah di Wei, bernama Bwo Yu  Chu.  Ketika  berumur  20  tahun,  ia  sudah  menyadari  kesalahan  yang  telah diperbuat pada masa sebelumnya dan berusaha mengkoreksinya, saat berumur 21  tahun,  ia  merasa  masih  belum  mengkoreksi  semua  kesalahannya,  saat berumur 22 tahun, ia merasa kehidupannya selama 21 tahun yang lalu hanya sebagai mimpi, tanpa ada kemajuan, tahun berlanjut tahun, ia terus menerus mengkoreksi  kesalahannya.  Ketika  berumur  50  tahun,  Bwo  Yu  masih  merasa bahwa kehidupannya selama 49 tahun penuh dengan perbuatan tidak baik. Read the rest of this entry →