Li Ning – Pangeran Senam Yang Sukses Sebagai Pengusaha

Li Ning – Pangeran Senam Yang Sukses Sebagai Pengusaha

Budaya-Tionghoa.Net | Tiongkok absen dalam event Olimpiade selama tiga dekade lebih. Setelah partisipasi sebatas formalitas dengan mengirimkan segelintir atlet di Helsinki 1952 , Tiongkok kembali berpartisipasi pada Los Angeles 1984 dengan prestasi fenomenal di peringkat empat klasemen medali akhir dengan 15 medali emas. Kemunculan sekaligus awal kebangkitan Tiongkok di ajang olahraga dunia ditandai dengan penampilan gemilang Li Ning yang meraih 3 medali emas , dua medali perak dan satu medali perunggu.

Li Ning lahir pada tahun 1963 di Liuzhou , kawasan otonomi Guangxi – Zhuang. Li mulai berlatih sejak usia delapan tahun. Di usia sembilan belas tahun , Li memborong enam medali emas di Kejuaraan Dunia 1982 sebelum tampil di Los Angeles 1984.

Dengan prestasinya di Kejuaraan Dunia 1982 dan Olimpiade Los Angeles 1984 , Li menjadi pahlawan nasional yang dijuluki Pangeran Gimnastik di Tiongkok.  Sepanjang 17 tahun karirnya , Li menyabet 107 medali emas baik di kompetisi nasional maupun internasional. Setelah pensiun di tahun 1989, Li bergabung dengan Guangdong Jianlibao Group dan kemudian mendirikan Li Ning Sports Goods di tahun 1990.

Li memanfaatkan popularitasnya di Tiongkok untuk membangun hubungan dan relasi bisnis. Di tahun 1992 , merek Li Ning terpilih menjadi partner resmi team olimpiade Tiongkok yang dikirim ke Barcelona 1992.

Perusahaan yang dibina Li Ning tumbuh berkembang menjadi salah satu perusahaan penyedia perlengkapan olahraga terbesar di Tiongkok dengan tiga produk utama : pakaian , sepatu dan aksesoris. Pakaian merupakan andalan dari produk Li Ning dengan menyumbang lebih dari 50% penjualan total di tahun 2006.

Di tahun 2006 , Li Ning Company mencapai 306 juta USD dalam sales revenue di Tiongkok dan meraih pangsa pasar 8.7% yang hanya berada dibawah Nike dan Adidas. Di bulan Juni 2004 , perusahaan Li Ning masuk dalam Hong Kong Stock Exchange dan di tahun 2006 nilai pasar dari Li Ning Company mencapai 1.6 miliar USD dan berada di peringkat lima dunia untuk perusahaan sejenis lain.

Di tahun 2007 , Li Ning menjadi sponsor Shaquille O’Neal dan team juara dunia FIBA 2006 , Spanyol.  Reputasi Li Ning masih belum pudar ketika mendapat kehormatan untuk menyalakan obor di pesta pembukaan Beijing 2008.

LI NING & CITRA “MADE IN CHINA

Produk buatan Tiongkok atau secara umum dikenal dengan “Made in China” adalah sebuah frasa yang dipandang sebelah mata , identik dengan harga murah berkualitas rendah. Dan kondisi ini mulai berubah.

Survei terakhir oleh perusahaan yang didirikan oleh  Li Ning —memperlihatkan bahwa jumlah konsumen di Amerika Serikat — yang ingin membeli produk asal Tiongkok — terus meningkat. Li Ning Co. yang bergerak dibidang perlengkapan olahraga. Perusahaan yang berbasis di Beijing ini bermitra dengan Acquity Group , sebuah perusahaan e-commerce dan konsultan marketing. Mereka meluncurkan Digital Li-Ning , sebuah perusahaan joint venture senilai 10 juta USD untuk penjualan secara online. Perusahaan ini berbasis di Chicago.

Menurut studi telah terjadi pergeseran signifikan persepsi konsumen di Amerika Serikat terhadap merek-merek asal Tiongkok selama lima tahun terakhir. Sekitar 62% orang Amerika mengatakan bahwa mereka mungkin akan membeli produk dari perusahaan-perusahaan Tiongkok sekarang ini dibandingkan tahun 2007. Lebih dari setengah responden dalam survey tersebut mengatakan bahwa mereka percaya akan kualitas produk Tiongkok dan akan menyamai merek-merek Amerika Serikat dalam lima tahun berikutnya. Produk elektronik menjadi pilihan favorit diantara kategori produk Tiongkok , seperti misalkan merek Haier dan Lenovo sebagai perusahaan yang paling dikenal.

Heisner selaku wakil presiden untuk perusahaan Li Ning di Amerika Serikat seperti yang dikutip dari China Daily –mengatakan bahwa sebagai warga digital lebih menyukai interaksi dengan perusahaan melalui saluran digital. Hasil survey menunjukkan bahwa semakin mereka familiar dengan dengan budaya Tionghua dan produk , semakin terbuka juga mereka terhadap apa yang ditawarkan oleh perusahaan Li Ning.

Seorang responden seperti yang dikutip dari China Daily mengatakan bahwa penilaiannya terhadap sebuah produk adalah berdasarkan kualitasnya dan bukan karena dari negara mana produk tersebut berasal. Lanjutnya , sebuah merek asal Tiongkok mungkin berkualitas baik sementara merek lainnya tidak. Faktor usia juga turut mempengaruhi penilaian. Generasi tua sulit untuk merubah pikiran mereka sementara generasi muda lebih menerima produk asal Tiongkok.

Eric Schmidt , pendiri dan presiden dari China Entrepreneurs , sebuah perusahaan konsultan di Beijing — mengatakan bahwa orang berpikir bahwa Tiongkok adalah berbasis manufaktur. Mereka tidak memahami kualitas dari merek dan produk Tiongkok. Dalam satu dekade kedepan semuanya akan berubah karena perusahaan Tiongkok belajar dengan cepat. Mereka dapat menyerap skill marketing.

Huang Zhiwang
http://web.budaya-tionghoa.net/tokoh-a-diaspora/tokoh-tionghoa/2333-li-ning-pangeran-senam-yang-sukses-sebagai-pengusaha

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa | Facebook Group Tionghoa Bersatu

Sumber :

Ariel Tung , “Study shows Americans view Chinese brands positively” , China Daily,  15 Juni 2012

Zhang Wenxian et al  , “ Biographical Dictionary of New Chinese Entrepreneurs and Business Leaders”