Kisah Keluarga Lin : Berdana
Budaya-Tionghoa.Net |Cerita nyata lain adalah keluarga Lin di Fukien. Diantara leluhurnya ada seorang ibu tua yang sangat suka berdana. Setiap hari dia membuat onde beras untuk diberikan kepada fakir miskin dan selalu memberi berapapun yang diminta.
Ada seorang Bhiksu Tao setiap hari dan berturut-turut selama tiga tahun setiap kali meminta 6 atau 7 buah onde. Ibu tersebut selalu memenuhi permintaannya dan tidak pernah menunjukkan ketidaksenangan.
Bhiksu Tao tersebut, sebenarnya adalah jelmaan seorang Dewa untuk menguji ketulusan dan kebaikan ibu tersebut, menyadari bahwa ibu tersebut benar-benar tulus dan baik lalu berkata : “Saya telah makan onde buatan ibu selama 3 tahun dan saya tidak dapat membalas kebaikan ibu. Mungkin saya dapat membantu anda dengan cara ini “ Tanah di belakang rumah ibu, adalah tempat yang sangat baik untuk membangun kuburan leluhur. Bila anda dimakamkan di sana kelak, maka jumlah keturunan anda yang bergelar di pemerintah adalah sebanyak 1 pon biji wijen”.
Ketika ibu tua tersebut meninggal, keluarga Lin mengikuti nasehat Bhiksu Tao tersebut dengan menguburkannya di tempat yang ditunjuk. Generasi pertama ibu tersebut, 9 orang lulus ujian negera dan berlanjut terus sampai generasi berikutnya.
Hengki Suryadi | Empat Nasehat Liaofan
Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa
Related posts
- Kisah Feng Chu Hsu : Melakukan Kebaikan Dan Mengumpulkan Kebajikan
- Kisah : 与人为善 | Yu Ren Wei Shan | Berbuat Baik Untuk Orang Lain
- Renungan : Menghormati Leluhur
- Some Hakka Wisdom
- Cara Leluhur Mengkoreksi Dan Menyesali Kesalahan
- Kisah Tuan Ping Bao : Kebajikan Orang Tua Dan Keberhasilan Anak
- Kisah Tan Jo Ying : Mempraktekkan Kebaikan Dan Mengumpulkan Kebajikan
- Leluhur Mengumpulkan Kebajikan, Keturunan Mendapat Reputasi
- Hati Belum Mati Sebelum Melihat Sungai Kuning
Tags: amal, berdana, Empat Nasehat Liao Fan, leluhur

Hi, Stranger! Leave Your Comment...