Antara Ming Jiao, Ming Taizu Zhu Yuanzhang dan Da Ming Chao

Budaya-Tionghoa.Net | Sejarah Ming Jiao dimulai dari daerah Babylon, Mesopotamia (sekarang sekitar Baghdad, Irak yang lagi dikerjain habis-habisan) pada masa abad ke 3 menurut penanggalan umum. Daerah Babylon merupakan persilangan antar budaya dan banyak memunculkan kepercayaan-kepercayaan baru hasil sinkretisme dari beberapa kepercayaan yang telah ada.

Salah satu hasil sinkretisme itu adalah Manicheanisme, yang dinamakan sesuai pendirinya Mani. Ajaran ini merupakan perpaduan antara ajaran nasrani dan buddhisme (misionaris buddhisme dicatat telah mencapai Alexandria, Yunani dan Roma). Bahkan Mani di akhir hidupnya dikatanya mencapai Nirvana dan disebutkan mencapai ke-buddha-an. Dalam Manicheanisme diajarkan adalah pertarungan yang abadi antara negatif/gelap dan positif/terang (黑暗与光明的斗爭 heian yu guangming de douzheng). Seperti konsep yin yang daojia tetapi Manicheanisme lebih ke arah pertentangan yin yang dari pada perpaduan/harmonisasi yin yang.
Manicheanisme mulai masuk ke Zhongyuan pada masa kekaisaran Tang [1], tepatnya di masa kaisar wanita Wu Zetian (guohao: Zhou). Manicheanisme di Zhongyuan dikenal dengan nama 摩尼教 moni jiao, bukan 魔教 mo jiao yang artinya aliran sesat pemuja setan.

Selain filosofi pertentangan gelap terang, Monijiao juga mengusung konsep penyelamat di masa depan yaitu 明王出世 mingwang chushi, kelahiran raja terang. Orang Tionghoa awam umumnya bersifat pragmatis dan lebih memperhatikan masalah yang bisa memberikan kedamaian dan keselamatan, karenanya ketimbang 摩尼教 moni jiao, Manicheanisme kemudian lebih dikenal dengan nama 明教 mingjiao. Semua ini dikarenakan konsep 明王出世.

Mingjiao ini kemudian populer di masa dinasti Song dan dinasti Yuan. Dalam sejarahnya, Mingjiao ini sering terlibat dalam pemberontakan melawan pemerintah. Akibatnya Mingjiao kemudian dilarang dan dipersekusi. Mingjiao menjadi organisasi rahasia dan identik dengan kaum tertindas dan para pejuang/pemberontak/pengacau (tergantung perspektif) yang melawan pemerintahan.

Mengalami nasib yang sama, Mingjiao ini banyak berinteraksi dengan Bailianjiao, ajaran teratai putih yang terlebih dahulu dipersekusi dengan alasan yang hampir sama. Karena pada dasarnya Manicheanisme mengandung unsur Buddhisme maka Mingjiao dan Bailianjiao ini memiliki unsur yang sama dan kemudian bersinergi dalam perjuangan mereka. Mengenai Bailianjiao akan dibahas di lain waktu.

Ming-Bailian-jiao ini kemudian mengusung 二宗三际说 er zhong san ji shuo, ajaran dua sekte dan 3 pandangan. Er Zhong adalah pertarungan antara terang (baik) dan gelap (buruk). San Ji adalah pandangan terhadap masa sekarang, masa depan danmasa lalu. Bersama mereka mempromosikan kelahiran raja terang (raja Ming) dan datangnya Buddha Maitreya ke dunia……….READ MORE