Pertanyaan Mengenai Hio

Budaya-Tionghoa.Net | Dibawah ini adalah seputar pertanyaan dan tanya jawab antara hio dan meditasi , hio dan sejarahnya , hio dan angka , alasan logis dan alasan mistis , hio sebagai simbol penghormatan.

Tanya : Saya melihat beberapa teman saya suka menyalakan hio ketika melakukan meditasi dan ketika saya tanya tidak satu pun di antara mereka bisa memberikan alasan ‘logis’ atau memberi latar belakang sejarahnya.  Itulah sebabnya saya mengira bahwa ada suatu alasan mistis di balik penyalaan hio dan saya melemparkan di milis para ahli budaya Tionghoa ini, barangkali aja ada yang berkenan menjawabnya.

Jawab : Ini pertanyaan bagus dan juga memberikan kesempatan kepada saya untuk menjelaskan bahwa hio tidak lekat dengan unsur religius, hio bukan sebuah produk agama, melainkan sebuah produk budaya.

Tanya : Apakah ada yang tahu sejarah pemakaian hiosua dalam ibadat/sembahyangan orang Chinese?

Jawab : Hio berasal dari kata Yin yang artinya adalah tumpukan kayu yang dibakar. Pada awal penggunaannya, hio tidak seperti sekarang yang kita lihat. Pada masa dinasti Shang, kayu ditumpuk kemudian dibakar. Dipercaya asapnya bisa menghubungi atau menjadi perantara doa. Kemudian hio berkembang lagi, selain tujuan untuk ritual, memiliki tujuan lain yaitu menenangkan pikiran serta batin. Karena itu tidaklah heran para pelajar jaman dahulu selalu membakar kayu cendana atau kayu harum ketika sedang membaca buku klasik.

[Photo : by Dada , Kiu Li Tong , Jakarta]

Tanya : Bagaimana hubungan hio dengan wewangian ?

Jawab : Hio sebagai wangi-wangian saya ketahui pertama kali tercatat dalam sejarah adalah di zaman Konfusius, di zaman tersebut kelas-kelas menggunakan harum-haruman untuk mengusir rasa kantuk dan menambah semangat belajar serta konsentrasi. Jadi itu semacam terapi aroma atau aromaterapi . Waktu itu tentu bentuknya bukan hio batangan seperti sekarang ini.

Pernah lihat film-film serial kuno zaman Qin atau Han atau bahkan Samkok? Di sana sering kita lihat ada sebuah tempat untuk membakar bubuk untuk pengharum ruangan. Deskripsi film-film tersebut adalah sangat mendekati keadaan yang sebenarnya

Untuk kemudian dikarenakan hio telah erat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari leluhur orang Tionghoa di zaman tersebut, kaum agamawan dan penganut kepercayaan tradisional juga mengadopsi produk budaya ini ke dalam ritual keagamaan mereka. Hio dianggap cocok sebagai simbol penghormatan pernah dijelaskan sebelumnya di sini adalah karena asap yang mengepul selalu mengarah ke atas dan menandakan niat penghormatan kita akan terbawa bersama asap ke atas.

Tanya : Ada yang bilang nama Hong Kong ada kaitannya dengan hio , apa betul?

Hong Kong mendapat namanya “Hong Kong” karena kaitannya dengan hio juga. Di zaman Ming, Hong Kong itu adalah penghasil kayu gaharu yang digunakan untuk membuat hio. Kayu-kayu gaharu tadi diangkut dengan kapal dari pelabuhan Hong Kong ke pelabuhan Guangzhou, lalu diangkut ke seluruh pelosok Tiongkok. Untuk itu daerah Hong Kong saat itu kemudian mendapat nama “Xiang Jiang”, lalu “Xiang Gang” yang artinya “Pelabuhan Harum”. Dalam dialek Kanton, lafalnya adalah “Hoeng Kong”. Orang Inggris kemudian mengambil lafal tadi dan menjadikannya sebagai nama internasional Hong Kong.

Tanya : Apakah orang yang beragama Kristen boleh memegang hio ?

Jawab : Saya sering mendapat pertanyaan dari teman2 Tionghoa yang beragama Kristen apakah setelah menganut agama Kristen masih boleh memegang hio atau tidak. Saya jawab dari sudut sejarah sih tidak ada alasan logis untuk mengharamkan pemakaian hio, semuanya tergantung dari persepsi dan pemahaman kita sendiri. Setahu saya sih, kitab suci tidak pernah melarang dan mengatur-mengatur tentang masalah ini. Dulu, di zaman Qing di Tiongkok, seluruh orang Tionghoa penganut Kristen maupun Katolik tidak punya sedikit masalahpun akan hio. Waktu itu, di zaman pemerintahan Kangxi, kaum Yesuit adalah kelompok misionaris yang paling berpengaruh karena Kangxi sangat mempercayai mereka. Kangxi juga meminta mereka mengajarkan teknologi2 yang dianggap baru bagi Tiongkok. Misionaris terkenal pada waktu itu semisal Ferdinand Verbiest, Antoine Thomas dan Thomas Pereira. Mereka dapat keluar masuk istana sesuka hati.

Namun, kemudian Paus di Roma mengeluarkan “fatwa” supaya para misionaris jangan sampai membiarkan “racun2″ budaya Tionghoa memasuki ritual2 keagamaan Kristen di Tiongkok. Dalam pada ini salah satu yang paling penting adalah larangan memegang hio. Kangxi marah dan mengusir seluruh misionaris yang ada di Beijing dan mengeluarkan ultimatum hanya misionaris2 yang menghormati dan menerima Konfusianisme dapat meneruskan misi mereka di Tiongkok. Sikap Paus kemudian melunak dan mencabut larangan tersebut.

Nah, dari sini sudah sangat jelas bahwa yang memutuskan segalanya tetap hanyalah manusia2 yang kebetulan kita anggap sebagai manusia yang punya kedudukan lebih tinggi di mata Tuhan. Bagaimanapun mereka tetap manusia, bukan Tuhan atau agama itu sendiri. Saya sering mengatakan bahwa ada 2 macam umat beragama, yang “rasional skeptis” dan yang “seperti kerbau dicucuk hidungnya”. Beragama adalah sebuah hak, bukan kewajiban dan untuk itu kita berhak memilih apakah akan menjadi seorang agamis yang rasional skeptis, atau yang seperti kerbau dicucuk hidung yang menelan mentah2 apa yang dikatakan oleh orang2 yang kita tinggikan.

Saya jamin, kalau Yesus Kristus dan agama Kristen itu asalnya dari Tiongkok, sekarang di gereja-gereja di seluruh dunia akan penuh dengan asap dari hio. Karena sebuah agama lahir dari kebudayaan yang melatar-belakangi-nya serta akan mengadopsi ritual budaya yang lebih lanjut akan menjadi identik dengan ritual keagamaan agama tersebut.

Tanya : Kata orang Sembahyang dengan jumlah hio tertentu ada artinya masing masing, Mohon dijelaskan apakah artinya sembahyang dengan hio jumlah : 1,3,5, 7,9, 12 dll.

Jawab : Angka ganjil adalah angka yang bersifat YANG atau positif. Angka 1 adalah Taiji , angka 3 adalah Sancai (Tian , Ren , Di ) atau Sanguan Dadi (Tianguan , Shuiguan, Diguan) atau Sanqing (Yuanshi , Lingbao , Daode) . Angka 5 adalah lima unsur , lima arah dan lima rejeki . Angka 7 adalah tujuh bintang . Angka 9 adalah sembilan istana. Sedangkan angka 12 adalah Dizhi atau 12 urutan waktu. Angka 36 melambangkan 36 lapisan langit dan bumi. Angka 108 artinya mengelilingi 36 lapisan sebanyak tiga kali.

Bisa juga melihat artikel ini : http://web.budaya-tionghoa.net/budaya-tionghoa/adat-istiadat/1460-eksistensi-dupa-dalam-budaya-tionghua

Rinto Jiang & Xuan Tong , 15060

Budaya-Tionghoa.Net | Mailing-List Budaya Tionghua | Facebook Group Budaya Tionghoa